Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026

Tanjung Carat Diproyeksikan Jadi Simpul Baru Konektivitas Logistik di Sumatera Selatan

Jakarta, 13 Mei 2026 – Pemerintah terus memperkuat komitmen pembangunan ekosistem hilirisasi nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (13/5), di Jakarta.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Hutama Karya (Persero), PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik, mendukung hilirisasi sektor energi dan pertambangan, serta meningkatkan daya tarik investasi di Sumatera Selatan.


Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa integrasi pembangunan jalan tol dan pelabuhan di Tanjung Carat merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem investasi dan hilirisasi yang saling terhubung.


“Keberadaan akses jalan tol akan turut meningkatkan efisiensi dan kualitas logistik, serta memastikan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat terintegrasi dengan pusat-pusat produksi, kawasan ekonomi, serta rantai pasok di Sumatera Selatan. Pelabuhan tanpa akses jalan yang efisien akan sulit memberikan dampak ekonomi maksimal,” ujar Todotua.


Menurut Todotua, Sumatera Selatan memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional dengan potensi besar pada sektor batu bara, energi, perkebunan, industri pengolahan, dan logistik kawasan Sumatera bagian selatan, bahkan terhubung dengan Bangka Belitung, Jambi, dan wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur konektivitas menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat dinilai penting untuk membuka nilai tambah ekonomi yang lebih besar dari potensi tersebut.


Penandatanganan Nota Kesepahaman ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat yang sebelumnya telah dimulai melalui project launching dan dukungan percepatan pembangunan pada 9 April 2026. Pemerintah menargetkan kawasan Tanjung Carat dapat berkembang menjadi simpul logistik baru yang terintegrasi dengan kawasan ekonomi pendukung hilirisasi, pelabuhan, energi, dan rantai pasok strategis nasional.


Dalam Nota Kesepahaman tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan dan integrasi pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, dukungan konektivitas logistik dan angkutan tambang/energi, sinergi kebijakan investasi, percepatan perizinan berusaha, sinkronisasi tata ruang, studi pengusahaan jalan tol dan pelabuhan, hingga pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan.


“Hilirisasi membutuhkan konektivitas. Hilirisasi membutuhkan logistik yang efisien. Hilirisasi juga membutuhkan pelabuhan, jalan, kawasan ekonomi, energi, dan perizinan yang berjalan dalam satu ekosistem,” ujar Todotua.


Todotua menambahkan bahwa pembangunan jalan tol dan pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan volume distribusi komoditas unggulan Sumatera Selatan sekaligus menurunkan biaya logistik sehingga memperkuat daya saing kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Chandra menyampaikan bahwa adanya integrasi dengan jalan tol akan memperkuat konektivitas logistik, memangkas biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing investasi di Sumatera Selatan.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis ini, antara lain melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan kebijakan dan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta membantu fasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan,” ujar Edward Chandra.


Rencana pengembangan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat akan terintegrasi dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dan mendukung distribusi komoditas strategis di Sumatera Selatan. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya logistik, memperkuat rantai pasok nasional, memperlancar arus barang dan ekspor, serta mendorong pengembangan kawasan ekonomi dan industri berbasis hilirisasi di wilayah Sumatera bagian selatan.


Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan kesiapan untuk terus mendukung fasilitasi investasi, koordinasi antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN, percepatan perizinan berusaha, serta pengawalan pipeline investasi strategis yang terkait dengan pengembangan pelabuhan, jalan tol, kawasan ekonomi, logistik, serta hilirisasi dan industrialisasi di Sumatera Selatan.


Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur strategis di Tanjung Carat, Sumatera Selatan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat daya saing investasi nasional, serta mendukung transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia. (*)


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Email: humas@bkpm.go.id



Powered by sagara 2022